Notification

×

Iklan

Iklan

Media Sosial

Tag Terpopuler

Proyek Rp51,6 Miliar di Maros Masuk Tahap Krusial, BBPJN Kejar Desember

| Selasa, Juli 07, 2026 WIB Last Updated 2026-07-07T04:09:08Z
KABARSULSEL.COM, MAROS – Pembangunan Jembatan Sungai Maros terus dikebut. Proyek strategis ini diharapkan rampung sepenuhnya pada Desember mendatang, seiring dengan masuknya musim penghujan yang diprediksi akan menjadi tantangan baru di lapangan.

​Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan, Indra Cahya Kusuma, menjelaskan bahwa saat ini proyek tengah memasuki tahapan pekerjaan penyiapan mutual check (MC) bersama. Kegiatan ini melibatkan koordinasi intensif antara pihak konsultan supervisi, kontraktor, serta satuan kerja terkait.

​“Pekerjaan pondasi atau bangunan bawah ini kita harapkan di Desember harus sudah selesai. Karena mendekati Desember sudah masuk musim penghujan, aliran sungai akan tinggi, sehingga akan lebih menyulitkan pekerjaan alat berat seperti bore pile di sungai,” ujar Indra Cahya Kusuma.

​Indra merinci, jembatan ini dibangun dengan bentang total mencapai 103 meter yang terbagi dalam tiga bentang. Konstruksi ini dilengkapi dengan dua abutment dan dua pier sebagai penopang utama. Adapun pondasi bangunan bawah menggunakan jenis bore pile dengan kedalaman 8 hingga 10 meter serta diameter 80 cm.

​Terkait anggaran, proyek ini menelan biaya sebesar Rp51,6 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2026-2027 dengan sistem kontrak tahun jamak (multiyear contract).

Indra menegaskan bahwa nilai tersebut dialokasikan khusus untuk pembangunan fisik jembatan.

​Sementara itu, mengenai isu pembebasan lahan yang sempat menjadi perhatian, Indra memastikan bahwa proses tersebut sudah tidak lagi menjadi kendala signifikan bagi pelaksanaan konstruksi.

Pihaknya pun berterima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Maros dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam memfasilitasi proses tersebut.

​“Terkait masalah pembebasan lahan, informasi dari pemerintah daerah, lahan yang digunakan untuk konstruksi sebetulnya sudah tidak ada masalah. Warga pun hampir dominan sudah setuju dan menyetujui proses pembayaran,” tambahnya.

​Dalam kesempatan tersebut, Indra juga menanggapi kekhawatiran warga terkait dampak sampah atau ranting pohon yang kerap hanyut di Sungai Maros. Ia memastikan konstruksi jembatan telah dirancang aman dengan bentang yang cukup lebar sehingga tidak menghambat aliran sungai.

Selain itu, selama masa pembangunan, tidak ada penutupan atau pengalihan jalan bagi pengendara karena lokasi pembangunan konstruksi berada tepat di sisi jembatan existing.

​Pembangunan jembatan ini dinilai krusial untuk mengatasi bottleneck atau penyempitan jalur yang sering terjadi. Mengingat jalur sebelum dan sesudah jembatan saat ini sudah memiliki empat lajur dua arah, sementara jembatan existing hanya memiliki dua lajur.

Diharapkan setelah duplikasi ini rampung, arus transportasi dari Makassar menuju Pangkep atau Bone akan menjadi lebih lancar. (Ari)
×
Berita Terbaru Update