KABARSULSEL.COM, MAROS - Memasuki semester II 2026, Pemkab Maros tancap gas merealisasikan program peningkatan infrastruktur jalan. Salah satu ruas yang jadi prioritas awal adalah Jalan Kuri Caddi.
Proyek senilai Rp1,186 miliar itu dikelola Dinas PUTRPP Maros. Ruas jalan sepanjang 530 meter* dengan lebar 4,5 meter ini saat ini sudah masuk tahap kontrak dan ditargetkan rampung sebelum Desember 2026.
“Kontraknya sudah jalan. Nilainya Rp1.186.483.165. Kami targetkan selesai akhir tahun supaya masyarakat bisa langsung merasakan manfaatnya,” kata Kabid Bina Marga Dinas PUTRPP Maros, Muhammad Alif Husnaeni.
Menurut Alif, penanganan di Kuri Caddi belum tuntas. Masih ada sekitar 2 kilometer ruas lanjutan yang butuh peningkatan di tahun-tahun berikutnya.
“Masih ada sekitar 2 km lagi yang perlu kita tangani secara bertahap,” ujarnya.
Selain Kuri Caddi, Dinas PUTRPP juga menggarap sejumlah titik lain. Program peningkatan jalan tahun ini tersebar di Tompobulu, Moncongloe, Tanralili, Mallawa, Bantimurung, Cenrana, Turikale, Camba, hingga Mandai.
Secara keseluruhan Pemkab Maros mengalokasikan anggaran Rp21 miliar untuk penanganan jalan sepanjang 2026. Dengan dana tersebut, ditargetkan sekitar 10 kilometer ruas jalan bisa ditingkatkan.
Sebelumnya Bupati Maros Chaidir Syam mencatat serapan anggaran Dinas PUTRPP masih 15% di semester I 2026. Ia menyebut keterlambatan bukan karena molornya fisik, melainkan proyek masih dalam proses lelang di ULP.
“Pekerjaan fisik memang baru jalan sekarang karena tendernya baru masuk ULP. Pembayaran dilakukan setelah pekerjaan berjalan,” jelas Chaidir.
Bupati memastikan sejumlah proyek strategis akan dikebut di semester II. Selain Kuri Caddi, Pemkab juga akan mengerjakan peningkatan Jalan Bontosomba–Bontomanurung senilai Rp10 miliar dan lanjutan Jalan Bontomanurung–Bontotinggi arah Malino dengan anggaran Rp5 miliar”. Harapannya semua proyek selesai tepat waktu. Ini untuk memperkuat konektivitas, memperlancar ekonomi warga, dan mendorong pertumbuhan di Maros,” tutup Chaidir.
(Ari)