Iklan

Rabu, 22 September 2021, 21:40 WIB

Kaswadi Minta Pengelola Obat Tradisional Manfaatkan Bahan Baku yang Ada


KABARSULSEL.COM, SOPPENG
- Bupati Soppeng, HA Kaswadi Razak menghadiri pertemuan Advokasi Pelayanan Kesehatan Tradisional Masyarakat.

Pertemuan yang digelar oleh Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat (BKTM) Makassar ini berlangsung di ruang pola Kantor Bupati Soppeng.

Kepala Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat (BKTM) Makassar, Dr. dr. Hj. Anna Khuzaimah mengatakan bahwa salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk mewujudkan penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional di kabupaten/ kota.

Kata dia, Soppeng adalah salah satu kabupaten yang sangat aktif dalam pengembangan pelayanan kesehatan tradisional.

“Olehnya itu, kami memilih Kabupaten Soppeng sebagai salah satu sasaran lokasi advokasi dalam percepatan integritas pelayanan kesehatan tradisional,” ucap Anna.

Lebih lanjut, Anna menjelaskan bahwa dari hasil monitoring evaluasi, Kabupaten Soppeng memiliki potensi cukup besar dalam upaya penyelenggaraan pelayanan kesehatan tradisional.

“Beberapa Puskesmas sudah kami lakukan pembinaan. Secara teknis mereka sangat antusias dalam pengembangan pelayanan kesehatan tradisional,” tambahnya.

Anna pun berharap pelayanan kesehatan tradisional terintegritas di Puskemas bisa segera di laksanakan di Kabupaten Soppeng, karena sudah menunjukkan berbagai peran dan modalitas kesehatan tradisional dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Tentu kita tidak membutuhkan biaya yang cukup besar, karena kita menggunakan lokal sistem yang ada seperti kayu secang, jahe, gula merah dan jeruk nipis,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Bupati Soppeng, HA Kaswadi Razak sangat mengapresiasi program pelayanan kesehatan tradisional masyarakat tersebut.

“Jika pemerintah pusat serius, maka kami akan lebih serius dalam menjalankan program ini apalagi disuasana pandemi seperti saat ini,” katanya.

“Semoga program yang dilakukan ini dapat berkesinambungan, karena jika bicara tentang tanaman tentu tidak ada tanaman yang tidak memiliki manfaat. Intinya pasti ada kebaikan untuk kehidupan manusia,” imbuhnya.

Kaswadi pun meminta kepada pengelola tanaman obat tradisional untuk memanfaatkan bahan baku yang ada. “Jadikan moment ini untuk mendorong masyarakat untuk berkarya dalam bidang obat tradisional,” ucapnya.

Selain itu, Kaswadi juga berharap kepada pengelola tanaman obat tradisional agar memberikan nama serta manfaat dari tanaman yang bisa menjadi obat tradisional, agar masyarakat tidak ragu lagi dalam pemanfaatannya.

“Saya akan mencari semua jenis tanaman yang ada di Soppeng, agar kita dapat mengetahui data tanaman apa saja yang kita miliki, dan ini dapat kita mulai dari Desa. Sehingga nantinya kita bisa menjadi pelaku sejarah dengan obat tradisional,” tandasnya. (Adv)