Iklan

Sabtu, 29 Desember 2018, Desember 29, 2018 WIB
Last Updated 2019-06-17T13:34:17Z
Ketua DPRD WajoPanperdaWajo

Dalam Sehari, DPRD Wajo Setujui Empat Ranperda

Ketua DPRD Wajo bersama Sekda Wajo tanda tangani empat ranperda yang telah disahkan menjadi perda

SOPPENGTERKINI.COM,WAJO--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo menyetujui empat rancangan peraturan daerah (ranperda) dalam sehari melalui rapat paripurna yang dilaksanakan di ruang sidang utama DPRD Kabupaten Wajo Jum'at (28/12/2018).

Keempat ranperda tersebut tertuan dalam laporan hasil rapat pansus terkait empat ranperda Kabupaten Wajo. Keempat ranperda tersebut, yakni Ranperda Penyelenggaraan Perparkiran, Ranperda Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi dan Barang Daerah, Ranperda Tata Kelola Pemerintahan di Bidang Industri Ekstraksi Migas dan Ranperda Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.

Ketua DPRD Wajo, H.M.Yunus Panaungi mengatakan pada saat rapat tersebut para juru bicara pansus menyampaikan laporan terkait keempat Ranperda dan mereka menyampaikan laporan atas perbaikan terhadap ke Empat Ranperda tersebut.

"Rapat Paripurna menyetujui untuk keempat Ranperda ini untuk dilanjutkan dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah," kata Ketua DPRD Wajo HM Yunus Panaungi.

Sementara itu, Bupati Wajo diwakili Sekda Wajo, H.Amiruddin A, S.Sos., M.M mengatakan untuk menunjang perkembangan pembangunan dan pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Wajo, diperlukan penyelenggaraan Perparkiran yang menjamin kehandalan, keselamatan, kelancaran, ketertiban dan keamanan berdaya guna dan berhasil guna, serta memperoleh kepastian hukum kejelasan tanggung Jawab dan kewenangan pengelolaan, serta penyelenggaraan perparkiran perlu melakukan penataan parkir secara proporsional efektif dan efisien.

Sementara, untuk rencana pemulihan Kerugian Daerah secara lebih efektif dan efisien serta mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi di daerah, maka dipandang perlu untuk menyelesaikan regulasi dengan perkembangan zaman, cara tuntutan ganti kerugian negara daerah terhadap pegawai negeri bukan bendahara atau pejabat lain sehingga perlu penyesuaian, dan dengan adanya regulasi yang dapat dijadikan pedoman untuk meminimalisir dan menyelesaikan kerugian daerah.

"Kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo sebagai salah satu penghasil gas alam terbatas dalam hal pengelolaannya, padahal dampak lingkungan sosial ekonomi yang ditimbulkan akibat eksploitasi gas alam lambat laun dirasakan di masa mendatang, dengan adanya peraturan daerah ini, diharapkan nantinya dapat dijadikan sebagai pedoman hukum dalam mengatasi problematika tersebut, di samping adanya transparansi data dan informasi yang akurat dari pelaku usaha industri ekstraktif migas yang akan disampaikan ke masyarakat Kabupaten Wajo," kata Amiruddin.

Lebih lanjut, Amiruddin menegaskan bahwa berbicara masalah air minum,  penyediaann prasarana air minum menjadi salah satu kunci dalam perkembangan ekonomi di daerah, Adapun landasan hukum Ranperda tentang sistem penyediaan air minum ini diatur dalam undang-undang nomor 11 tahun 1974, tentang Pengairan dan Peraturan Pemerintah nomor 122 Tahun 2015, tentang sistem Penyediaan air minum.

"Sehingga diperlukan payung hukum di Kabupaten Wajo dalam bentuk Peraturan daerah tentang sistem penyediaan air minum, dan dengan ditetapkannya keempat Peraturan Daerah tersebut, kita berharap agar dilaksanakan dengan baik, bukan saja dari pemerintah tapi semua lapisan masyarakat ikut andil dan terlibat dalam memajukan Kabupaten Wajo ini," kata mantan kepala BKD Wajo itu.

Penulis : Arisal
Editor : Ocha