Iklan

Senin, 15 Oktober 2018, 22:03 WIB
#klikmakassarLalulintasPemerintahProf Andalan

Urai Kemacetan di Kota Makassar Jadi Program 100 Hari kerja Prof Andalan


KABARSULSEL.COM,MAKASSAR - Kemacetan disejumlah titik Kota Makassar menjadi program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan).

Menurut Kepala BPTD Wilayah XIX Sulselbar, Benny Nurdin, salah satu faktor timbulnya kemacetan, adalah hambatan samping dan perilaku tidak tertib dan tidak disiplin di jalan dan perilaku parkir yang buruk.

Rendahnya kesadaran budaya antri dan tidak mau mengalah sering dipertontonkan, yang tak jarang menimbulkan kemacetan, khususnya di persimpangan jalan atau tempat memutar balik (U Turn).

"Banyaknya aktifitas samping seperti parkir badan jalan, pasar tumpah, pedagang kaki lima, akitivitas pertokoan yang memanfaatkan bahu dan badan jalan sering menimbulkan berbagai konflik yang sangat besar pengaruhnya terhadap kelancaran lalulintas," katanya.

Sementara itu ,Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel HM Ilyas Iskandar, mengatakan bahwa beberapa hari ini intens dilakukan pertemuan guna menyatukan langkah penanganan kemacetan di Mamminasata.

Lanjut Ilyas Iskandar, membeberkan bahwa dalam penertiban ini ada 7 zona masuk dalam area aksi penanganan kemacetan,  zona 1 dianggap yang paling utama mengingat beberapa hari lalu ruas jalan mengalami perubahan arah.

Zona 1 meliputi Jl. Ahmad Yani, Jl. Jend.Sudirman, Jl.Haji Bau, Jl.Penghibur, Jl.Pasar Ikan, Jl.Ujung Pandang dan Jl.Ribura’ne. Dari jalan tol menuju Pantai Losari terjadi perubahan arah, yang biasanya lalu lintas itu dari selatan ke utara, akan menjadi utara ke selatan.

"Selain itu, untuk Jl .Haji Bau yang selama ini arahnya dari barat ke timur, juga akan dibalik timur ke barat, dan Jl. Lamaddukelleng yang biasanya utara ke selatan, akan dibalik selatan ke utara," tutupnya.(*)

Editor: Abhy