Notification

×

Iklan

Iklan

Media Sosial

Tag Terpopuler

Pengangguran Maros Tembus 9.000 Orang, Program Ini Disiapkan untuk Mengubah Pencari Kerja Jadi Mandiri

| Senin, Agustus 17, 2026 WIB Last Updated 2026-08-17T22:35:42Z



KABARSULSEL.COM, MAROS -  Pemerintah Kabupaten Maros terus mencari cara untuk menekan angka pengangguran terbuka yang kini mencapai sekitar 9.000 orang.


Bupati Maros AS Chaidir Syam mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah program, mulai dari pelatihan keterampilan, penyaluran tenaga kerja hingga mendorong lahirnya wirausaha baru.


Menurut Chaidir, Pemkab Maros menggandeng sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk meningkatkan kompetensi pemuda. Program tersebut diarahkan agar pencari kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.


“Untuk pengangguran ini memang kita lagi berupaya semaksimal mungkin. Di bidang ketenagakerjaan kita sudah mendapatkan support dari beberapa LPK untuk program pengiriman tenaga kerja maupun membuat mereka bisa terampil,” kata Chaidir, Senin, 17 Agustus 2026.


Selain LPK, Pemkab Maros bekerja sama dengan Balai Pelatihan Kerja (BLK) di Daya, Sudiang, dan Kabupaten Pangkep. Pelatihan difokuskan pada peningkatan kompetensi teknis para pencari kerja.


Chaidir menyebut program tersebut telah menghasilkan hampir 5.000 pemuda Maros yang memiliki keterampilan dan siap masuk dunia kerja.


“Alhamdulillah, kita kerja sama dengan Balai Tenaga Kerja yang ada di Daya, Sudiang, dan di Pangkep. Kita sudah mencetak hampir sekitar 5.000-an pemuda-pemudi Maros yang siap kerja,” ujarnya.


Para peserta pelatihan juga dibekali sertifikat keahlian sebagai salah satu modal memasuki dunia industri. Pemerintah berharap keterampilan tersebut dapat menjawab kebutuhan tenaga kerja seiring meningkatnya investasi di Kabupaten Maros.


Tak hanya mengejar pekerjaan formal, Pemkab Maros juga mendorong anak muda membangun usaha secara mandiri. Pelatihan kewirausahaan diarahkan pada sejumlah sektor, termasuk usaha kreatif, kafe, dan jasa.


Pemerintah daerah juga menyiapkan program untuk melahirkan generasi petani muda. Program ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah kebutuhan regenerasi petani.


“Selain itu pemerintah daerah juga merancang program khusus untuk melahirkan generasi petani muda,” kata Chaidir.


Kemiskinan Ditangani Lintas Sektor


Upaya pemerintah tidak berhenti pada persoalan pengangguran. Pemkab Maros juga menerapkan pendekatan lintas sektor untuk menekan angka kemiskinan.


Sejumlah pemangku kepentingan dilibatkan dalam program pengentasan kemiskinan, termasuk melalui Program Keluarga Harapan (PKH).


Chaidir mengatakan penerima manfaat yang dinilai sudah mampu secara ekonomi akan diarahkan untuk menjalani proses graduasi. Namun, sebelum keluar dari program bantuan, warga terlebih dahulu didorong memiliki kemampuan untuk mandiri.


Pemerintah memberikan pelatihan dan bantuan modal usaha agar penerima manfaat memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan.


Dengan pola tersebut, Pemkab Maros berharap penanganan pengangguran dan kemiskinan tidak hanya mengandalkan bantuan, tetapi mendorong masyarakat memiliki keterampilan, pekerjaan, dan usaha yang dapat menopang kehidupan secara mandiri. (Ari)

×
Berita Terbaru Update