Sebanyak 1.325 meter persegi lahan akan dibebaskan untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang diharapkan mampu mengurai kemacetan di pusat kota tersebut.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, mengatakan lahan yang dibebaskan terdiri atas 292 meter persegi yang masuk dalam area pembangunan dan 1.033 meter persegi lahan yang terdampak proyek.
“Pembebasan lahan tersebut melibatkan delapan pemilik dengan total 14 bidang tanah,” katanya, Jumat, 12 Juni 2026.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Maros masih melengkapi sejumlah dokumen administrasi sebelum pembayaran ganti rugi kepada pemilik lahan dilakukan.
Muetazim menjelaskan, anggaran pembebasan lahan bersumber dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sekitar Rp8 miliar.
Menurutnya, sebagian besar pemilik lahan telah menyetujui nilai ganti rugi yang ditetapkan berdasarkan hasil appraisal.
Namun, masih terdapat dua pemilik lahan yang belum memberikan persetujuan karena masih mempelajari nilai appraisal yang ditawarkan. Meski demikian, kondisi tersebut dipastikan tidak akan menghambat pelaksanaan proyek. Pasalnya, kedua bidang tanah tersebut tidak masuk dalam area konstruksi utama, melainkan hanya terdampak pembangunan.
“Kalau yang terdampak itu misalnya akses rumah berubah setelah pembangunan selesai, tetapi lahannya tidak masuk area pembangunan,” jelasnya.
Nilai ganti rugi lahan yang ditetapkan berkisar antara Rp3 juta hingga Rp3,2 juta per meter persegi.
Setelah proses pembebasan lahan selesai, pembangunan fisik jembatan akan dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Pemerintah Kabupaten Maros hanya bertugas memfasilitasi proses pembebasan lahan.
Ia memperkirakan pekerjaan fisik jembatan kembar dapat dimulai pada awal Juli 2026.
Menurutnya, pelebaran jembatan menjadi salah satu proyek prioritas karena lokasi tersebut selama ini menjadi titik kemacetan akibat kondisi jembatan yang sempit.
Nantinya, jembatan baru akan dibangun berdampingan dengan jembatan yang sudah ada dengan ukuran yang sama.
“Lebar jembatan sama seperti sebelumnya, 9,4 meter dengan panjang 102 meter,” ujarnya. (Ari)