Iklan

Iklan

Peringatan HJW ke-625, Pemkab Wajo Usung Tema Merajut Sutra Merangkai Nusantara ri Tana Wajo,

22 April 2024, 14:48 WIB Last Updated 2024-04-28T13:50:24Z



KABARSULSEL.CO, WAJO -- Pemerintah Kabupaten Wajo menggelar perayaan Hari Jadi Wajo (HJW) ke 625 di Lapangan Merdeka Sengkang, Senin 22 /4/2024. 


Perayaan HJW tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, para peserta menggunakan baju sutra sebagai ciri khas Kabupaten Wajo. 


HJW tahun ini mengangkat tema Merajut Sutra Merangkai Nusantara ri Tana Wajo. Puncak perayaan HJW diawali dengan persembahan tari kolosal yang dibawakan ratusan siswa siswi binaan Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo. Dilanjutkan dengan pembacaan sejarah HJW oleh Ketua DPRD Wajo, H Andi Alauddin Palaguna. 


Hadir dalam acara ini, Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin, Anggota DPR RI, Hj St Maryam, Anggota DPRD Provinsi Sulsel Dapil Wajo Soppeng, Desi Susanti Sutomo, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Pimpinan dan segenap Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Unsur Forkopimda Kabupaten Wajo, pimpinan lembaga peradilan, Sekretaris Daerah beserta para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemerintah Kabupaten Wajo, pimpinan lembaga pendidikan, pimpinan partai politik, pimpinan organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, insan pers dan LSM. 


Pj Bupari Wajo, Andi Bataralifu menyebut, peringatan Hari Jadi Wajo yang diaksanakan setiap tahun, merupakan salah satu upaya untuk memperkuat identitas yang nilai-nilainya digali dari sejarah, budaya, dan adat istiadat yang tumbuh dan berkembang di daerah Wajo sejak awal mula keberadaanya.


"Kearifan dan kebijaksanaan leluhur yang terekam pada berbagai dokumentasi, mengandung pelajaran berharga dalam berbagai bidang kehidupan, yang patut dijadikan sebagai rujukan dalam mengukir sejarah perjalanan hidup saat ini, hingga di masa yang akan datang. Termasuk tentunya, bagi generasi muda," ungkapnya.


Lebih lanjut, Bataralifu mengurai, tema yang diangkat dalam HJW ke 625 ini, adalah Merajut Sutra Merangkai Nusantara ri Tana Wajo. Tema ini dielaborasi dari potensi dan keinginan masyarakat Kabupaten Wajo untuk menjadikan sutra sebagai produk unggulan daerah yang berdaya saing tinggi, sehingga dapat menjadi sumber kebanggaan, baik di kawasan regional Sulawesi maupun di tingkat nasional. 


"Kita bersyukur, karena sejak dulu, Kabupaten Wajo telah dikenal sebagai daerah penghasil sutra. Warisan budaya yang tak ternilai, yang ditinggalkan oleh pendahulu kita, yang kemudian


menjadi salah satu subsektor dalam menggerakkan perekonomian kita. Banyak orang yang datang ke daerah kita ini, untuk mendapatkan produk yang masyhur disebut Sutra


Sengkang, baik untuk keperluan pribadi, maupun sebagai pelengkap dalam berbagai aktivitas sosial dan budaya," terangnya.


Peluang ini kata Pj Bupati, harus ditangkap sebagai jalan untuk menebar kesejahteraan kepada seluruh masyarakat, terutama pelaku industri ini, dari hulu hingga ke hilir. 


"Terlebih dukungan Bapak Gubernur Sulsel dengan menginisiasi program bertajuk mengembalikan kejayaan sutra, telah dirancang secara sistematis untuk membangkitkan kembali industri ini. Maka sebagai masyarakat Wajo, harus menyambut baik dengan melakukan berbagai inovasi dan kreativitas dalam mengelola sutra, seiring dengan perkembangan dan tuntutan zaman," imbaunya.


Termasuk tambah Bataralifu, pemerintah beserta seluruh stakeholder persuteraan, harus lebih agresif membuka jalan bagi meningkatnya pangsa pasar dengan mencari dan memperluas segmen pasar bagi para pelaku industri ini. Sehingga dengan demikian, hasil karya masyarakat Kabupaten Wajo ini, dapat bersaing di industri pertekstilan nasional.


Dikesempatan itu, Pj Bupati juga mengatakan motif atau corak sutra yang dikenakan oleh Gubernur dan sejumlah undangan hari ini, telah didaftarkan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) di Kementerian Hukum dan HAM atas partisipasi dari beberapa IKM tenun Kabupaten Wajo.


Diapun berharap dengan pendaftaran motif dalam KIK dapat menjaga kreativitas perajin sutra kita dari pembajakan atau pelanggaran Hak Cipta lainnya oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.


"Semoga dukungan dari berbagai pihak, terutama dari Pemprov, dapat terus menginspirasi, sekaligus menjadi penggerak yang efektif dalam memajukan industri ini. Dalam kondisi ini, sinergitas program Pemkab Wajo dengan program Provinsi, bahkan nasional, sangat kita perlukan. Bergerak maju untuk lebih cerdas dan lebih giat dalam membangun daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, " tutupnya. (Human Pemda Wajo)

Komentar

Tampilkan

  • Peringatan HJW ke-625, Pemkab Wajo Usung Tema Merajut Sutra Merangkai Nusantara ri Tana Wajo,
  • 0

Terkini

Topik Populer

Iklan