-->
  • Jelajahi

    Copyright © KABARSULSEL.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Kapolres Dedy Tegaskan Tak Ada Toleransi Pengacau Pesta Demokrasi

    Jumat, 22 Maret 2019, Maret 22, 2019 WIB
    masukkan script iklan disini

    Kapolres Soppeng AKBP Dedy Dewantho didampingi Komando Distrik Militer(Dandim)1423/Soppeng  Letkol Arm Fajar Catur Prasety membacakan sambutan seragam Menko Polhukam RI

    KABARSULSEL.COM,SOPPENG - Kapolres Soppeng AKBP Dedy Dewantho mengajak serta menghimbau kepada jajaran TNI-Polri,Stakeholder terkait untuk segera mengenali, menemukan, menetralisir, serta tidak ada toleransi bagi oknum yang ingin mengacau atau berbuat di ajang pesta Demokrasi di wilyah hukum Polres Soppeng.

    Hal diungkapkan Kapolres Soppeng AKBP Dedy Dewantho saat membacakan sambutan seragam Menko Polhukam RI, di halaman Kantor Bupati Soppeng,Jln Salotungo,Jumat 22/3/2019.

    Menurut AKBP Dedy Dewantho, bahwa suksesnya suatu pesta Demokrasi itu tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung.

    "Maka dari itu anggota Partai politik dan masyarakat yang dituntut untuk taat dan patuh pada berbagai ketentuan yang ada serta Penyelenggara Pemilu KPU, Bawaslu dan DKPP wajib hukumnya menunjukkan kinerja yang objektif dan transparan,"Tegasnya.

    Sementara itu Komando Distrik Militer (Dandim) 1423/Soppeng  Letkol Arm Fajar Catur Prasetyo mengutarakan bahwa sinergitas TNI-Polri adalah keniscayaan dan harga Mati, tanpa sinergitas TNI-Polri dan Pemda tidak mungkin kegiatan Pemilu Pilpres dan pileg 2019 dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar.

    "Semangat netralitas TNI-Polri  adalah instansi yang netral.Namun netral itu bukan berarti diam.Itu atas perintah Panglima TNI ,dan jika anda melihat orang yang mencoba mengganggu dan menyebarkan berita hoax,laporkan kepada Polisi,jangan diam saja,"Ucap Dandim 1423/Soppeng Letkol Arm Fajar Catur Prasetyo.

    "Dan saya minta babinsa dan babinkamtbmas jangan menjadi bagian dari penyebar hoax dalam kegiatan politik praktis atau mendukung salah satu pasangan Calon Legislatif.Karena resikonya besar dan sangat tinggi,"Pintahnya.

    Diketahui gelar pasukan tersebut juga dirangkaikan dengan. Apel Besar potensi masyarakat dan ikrar damai organisasi masyarakat (Ormas) dan potensi masyarakat (Potmas) dalam rangka mendukung tugas TNI/Polri pengamanan pemilu Legislatif dan Pilpres Cawapres 2019.

    Apel "Aman damai dan sejuk," dihadiri Kajari soppeng, tokoh masyarakat, tokoh agama,anggota partai politik, serta awak media.

    Laporan: Syahrul
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Daerah

    +