KABASULSEL.COM, MAROS — Suasana Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Kabupaten Maros mendadak berbeda dan dipenuhi antusiasme tinggi. Untuk pertama kalinya di Sulawesi Selatan, sebuah kejuaraan bola basket digelar secara unik tepat di dalam area bandara, yakni ajang bertajuk Airport 3x3 Tournament, Sabtu (15/8/2026).
Turnamen yang berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Agustus 2026 ini, mengambil lokasi yang sangat strategis dan menarik perhatian para pengguna jasa bandara, yakni di koridor area pintu keberangkatan E-D.
Ajang olahraga bergengsi ini diikuti sebanyak 56 tim dari berbagai daerah dengan total 224 atlet yang siap bersaing memperbutkan gelar juara. Penyelenggara membuka kompetisi untuk berbagai kategori jenjang umur dan instansi, mulai dari tingkat SD, SMA, kategori umum mahasiswi/putri, instansi, hingga kategori kelompok usia 40 tahun (K-40 Open).
Kemeriahan dan keunikan konsep kejuaraan ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Maros, Chaidir Syam.
Pembukaan acara berlangsung meriah dengan kehadiran jajaran pimpinan daerah serta pengelola bandara yang bersama-sama menyambut positif lahirnya inovasi kegiatan di fasilitas publik tersebut.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menyampaikan rasa bangganya atas terselenggaranya turnamen basket 3x3 pertama yang memanfaatkan infrastruktur bandara ini. Menurutnya, event ini tidak hanya memajukan olahraga daerah tetapi juga menjadi wadah rekreasi positif bagi masyarakat serta wisatawan yang berkunjung ke Maros.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Airport 3x3, Dwi Oktavianto, menegaskan bahwa kejuaraan ini dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda, baik bagi para atlet maupun para pengguna jasa penerbangan di bandara.
Dwi Oktavianto menjelaskan bahwa konsep bertanding di area terminal bandara merupakan langkah baru yang sangat prospektif dalam mengembangkan konsep lifestyle dan pariwisata terintegrasi di Sulawesi Selatan.
"Dan ini konon baru pertama kali kita laksanakan di Sulawesi Selatan khususnya di area airport. Mudah-mudahan ke depannya, airport tidak hanya menjadi bagian proses transformasi untuk keberangkatan dan kedatangan penumpang, tapi menjadi new tourism destination," ujar Dwi Oktavianto saat memberikan keterangannya di lokasi acara.
Ia menambahkan bahwa event ini merupakan bentuk sinergi nyata dalam mendukung berbagai program penunjang di daerah. "Dan ini adalah menjadi langkah konkret kami untuk bagaimana mendukung seluruh kegiatan aktivasi yang ada di Sulawesi Selatan guna memberikan yang terbaik untuk Indonesia," ungkap Dwi.
Guna menambah motivasi para peserta, panitia menyediakan apresiasi menggiurkan bagi para pemenang. Selain trofi dan uang pembinaan berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp3 juta bagi Juara 1 di tiap kategori, para pemenang juga berhak mendapatkan hadiah spesial berupa tiket pesawat.
Ia menambahkan bahwa event ini merupakan bentuk sinergi nyata dalam mendukung berbagai program penunjang di daerah. "Dan ini adalah menjadi langkah konkret kami untuk bagaimana mendukung seluruh kegiatan aktivasi yang ada di Sulawesi Selatan guna memberikan yang terbaik untuk Indonesia," ungkap Dwi.
Guna menambah motivasi para peserta, panitia menyediakan apresiasi menggiurkan bagi para pemenang. Selain trofi dan uang pembinaan berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp3 juta bagi Juara 1 di tiap kategori, para pemenang juga berhak mendapatkan hadiah spesial berupa tiket pesawat. (Ari)