Notification

×

Iklan

Iklan

Media Sosial

Tag Terpopuler

Dukung Tata Kelola Wilayah Presisi, KKN-T Infrastruktur PU Unhas Gel. 116 Serahkan Peta Batas Dusun Berbasis GIS ke Desa Bonto Matene

| Rabu, Agustus 05, 2026 WIB Last Updated 2026-08-05T09:05:50Z


KABARSULSEL.COM, MAROS,– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Infrastruktur Pekerjaan Umum (PU) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) merampungkan salah satu program kerja unggulan di Desa Bonto Matene, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.

Program bertajuk Digitalisasi Pemetaan Batas Wilayah Dusun Melalui Geographic Information System (GIS), ini diakhiri dengan penyerahan peta batas dusun dalam bentuk hardfile kepada Pemerintah Desa Bonto Matene di Kantor Desa, Rabu (30/7/2026).


Inisiatif digitalisasi ini muncul karena selama ini batas antar dusun di Desa Bonto Matene masih mengacu pada kesepakatan lisan dan batas alam yang tidak terdokumentasi. Kondisi tersebut dinilai rawan menimbulkan ketidakjelasan dalam perencanaan pembangunan dan pelayanan publik.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Unhas menghadirkan peta digital berbasis GIS yang memiliki tingkat presisi tinggi dan dapat dijadikan acuan resmi desa.

“Digitalisasi pemetaan batas dusun berbasis GIS ini kami hadirkan agar Desa Bonto Matene memiliki basis data spasial yang valid. Peta cetak yang kami serahkan hari ini bukan sekadar arsip visual, melainkan instrumen vital dalam penyusunan kebijakan pembangunan infrastruktur dan mitigasi sengketa batas wilayah ke depan,” ujar Koordinator KKN-T Infrastruktur PU Unhas Gel. 116 Desa Bonto Matene.

Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap. Tahap awal berupa survei dan pelacakan batas wilayah di lapangan bersama tokoh masyarakat dan perangkat desa.

Selanjutnya, data koordinat dan garis batas diolah menggunakan perangkat lunak GIS untuk menghasilkan peta spasial yang memuat pembagian wilayah tiap dusun secara komprehensif. Hasil akhir dicetak menjadi peta fisik berkualitas tinggi yang siap digunakan aparatur desa.

Pemerintah Desa Bonto Matene menyambut baik dan mengapresiasi program mahasiswa Unhas ini.

Kepala Desa Bonto Matene menegaskan bahwa peta batas dusun berbasis GIS sangat membantu kinerja aparatur.

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN-T Unhas. Peta hardfile ini akan langsung kami pasang dan manfaatkan sebagai acuan resmi dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa serta penyelesaian administrasi batas antar dusun,” tuturnya.

Dengan tuntasnya program kerja individu ini, mahasiswa KKN-T Infrastruktur PU Unhas Gel. 116 berharap Desa Bonto Matene dapat terus mengembangkan pemanfaatan teknologi geospasial dalam tata kelola pemerintahan.

Program ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Sulawesi Selatan untuk mulai beralih ke pemetaan wilayah berbasis digital guna mendukung Tata Kelola Wilayah yang Presisi.(Ari)
×
Berita Terbaru Update