KABARSULSEL.COM, MAROS — Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Maros memberikan klarifikasi terkait polemik penilaian Lomba Gerak Jalan Indah (LGJI) tingkat Kabupaten Maros yang digelar pada 5 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia itu berlangsung meriah. Namun, setelah pelaksanaan lomba, muncul sejumlah sorotan dan kekecewaan dari peserta maupun masyarakat terkait mekanisme penilaian dan penetapan juara.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disparpora Kabupaten Maros, H. Suwardi, mengatakan setiap pelaksanaan kegiatan tentu menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun berikutnya.
“Saya selaku Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, setiap penyelenggaraan kegiatan memang ada evaluasi dalam rangka perbaikan kualitas penyelenggaraan selanjutnya. Terkait adanya penilaian masyarakat atau hal yang menjadi kekecewaan bagi peserta, kami anggap sebagai bagian dari evaluasi untuk memperbaiki kualitas penyelenggaraan ke depan,” ujar Suwardi.
Ia menegaskan, Disparpora selaku penyelenggara tidak melakukan intervensi terhadap proses maupun hasil penilaian yang dilakukan dewan juri.
Menurutnya, penilaian sepenuhnya menjadi kewenangan juri yang telah ditunjuk oleh panitia. Dalam pelaksanaan LGJI tersebut, terdapat tiga juri yang ditempatkan pada sejumlah titik penilaian.
“Juri punya kewenangan untuk menentukan berdasarkan independensinya siapa yang mendapatkan nilai tertinggi berdasarkan penilaian juri itu sendiri,” jelasnya.
Meski demikian, Suwardi mengakui adanya ketidakpuasan dari sejumlah pihak merupakan hal yang perlu menjadi perhatian penyelenggara.
“Kalau memang ada yang tidak puas dengan penyelenggaraan, saya pikir ini wajar karena ini dilihat langsung oleh para peserta,” katanya.
Terkait keluhan mengenai dugaan ketidaksesuaian antara hasil penilaian dengan petunjuk teknis (juknis) lomba, Disparpora Maros menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan dari peserta maupun masyarakat.
Suwardi mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap seluruh aspek penyelenggaraan, termasuk mekanisme penilaian dan penyampaian aturan lomba, agar tidak menimbulkan penafsiran berbeda pada pelaksanaan berikutnya.
“Kami tidak menutup diri untuk melakukan hal-hal perbaikan. Apakah penyelenggaraan ini membutuhkan evaluasi, itu akan kami lakukan dalam penyelenggaraan berikutnya,” ujarnya.
Selain evaluasi internal, Disparpora juga merespons positif usulan para pelatih sekolah agar technical meeting (TM) sebelum perlombaan dilaksanakan secara lebih detail.
Menurut Suwardi, penjelasan mengenai juknis, indikator penilaian, serta mekanisme perlombaan perlu disampaikan secara jelas kepada seluruh peserta sebelum kegiatan dimulai.
Dengan evaluasi tersebut, Disparpora Maros berharap pelaksanaan Lomba Gerak Jalan Indah pada tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih profesional, transparan, dan memberikan kepastian kepada seluruh peserta mengenai aturan serta mekanisme penilaian. (Ari)