Iklan

Iklan

Maros Kaji Badik dan Keris Museum untuk Telusuri Identitas Budaya Daerah

19 Juni 2026, Jumat, Juni 19, 2026 WIB Last Updated 2026-06-19T06:19:52Z



KABARSULSEL.COM, MAROS - Senjata tradisional seperti badik, badik tindako, dan keris yang tersimpan di Museum Daerah Kabupaten Maros mulai dikaji secara mendalam untuk mengungkap sejarah, filosofi, serta keterkaitannya dengan identitas budaya masyarakat Maros.

Kajian itu dipaparkan dalam Seminar Hasil Kajian Koleksi Senjata Pusaka Museum Daerah Kabupaten Maros Tahun 2026 yang digelar di Baruga A, Rabu, 17 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kebudayaan dan menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya daerah.

Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, mengatakan kajian senjata pusaka tidak hanya bertujuan mendokumentasikan koleksi museum, tetapi juga menggali nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

“Melalui kajian ini, kita tidak hanya mendokumentasikan benda pusaka, tetapi juga menggali makna, filosofi, serta ciri khas yang bisa menjadi identitas Kabupaten Maros,” katanya.

Muetazim mengatakan, hasil kajian tersebut diharapkan dapat menghasilkan kesimpulan yang kuat mengenai karakteristik senjata tradisional Maros sehingga dapat diperkenalkan lebih luas sebagai simbol daerah.

Ia juga mengapresiasi penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah dalam seminar tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal.

“Ini langkah yang baik. Penggunaan bahasa lokal dalam forum resmi menunjukkan penghormatan terhadap budaya kita. Harapannya bisa diterapkan juga pada kegiatan lainnya,” ujarnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Maros, Andi Muhammad Kurniawan, menjelaskan Museum Daerah Kabupaten Maros saat ini memiliki sekitar 181 koleksi benda pusaka. Namun, kajian tahun 2026 difokuskan pada koleksi senjata tradisional, di antaranya badik, badik tindako, dan keris.

Penelitian telah dimulai sejak April 2026 melalui studi literatur dan dilanjutkan dengan penelitian lapangan di sejumlah kecamatan, seperti Bantimurung, Moncongloe, Bontoa, dan Tompobulu.

“Tim kajian terdiri dari delapan orang dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari akademisi, arkeolog, filolog, hingga fotografer dokumentasi,” jelasnya.

Hasil kajian tersebut nantinya akan diterbitkan dalam bentuk buku yang dapat menjadi referensi bagi masyarakat mengenai sejarah dan kekayaan senjata tradisional Maros. (Ari)
Komentar

Tampilkan

  • Maros Kaji Badik dan Keris Museum untuk Telusuri Identitas Budaya Daerah
  • 0

Terkini

Topik Populer

Iklan