KABARSULSEL.COM, MAROS - Komitmen mewujudkan sekolah ramah anak di Kabupaten Maros terus digencarkan.
Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maros, Andi Takdir secara resmi membuka Pelatihan Program Pendidikan Inklusif, Selasa 30/06/2026.
Pelatihan ini diikuti oleh dua sekolah dari Kecamatan Mandai, yaitu guru TK Darmawanita Mandai dan guru SDN 103 Hasanuddin Mandai.
Dalam sambutannya, Andi Takdir menegaskan bahwa pendidikan inklusif adalah amanah Undang-Undang. Semua anak, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus ABK, berhak mendapatkan layanan pendidikan yang sama di sekolah reguler.
"Program inklusif bukan pilihan, tapi kewajiban kita bersama. Guru harus siap, sekolah harus ramah, dan lingkungan harus menerima. Tiga sekolah di Mandai ini saya harap menjadi percontohan untuk kecamatan lain," tegas Andi Takdir saat membuka kegiatan.
Selama pelatihan, para guru dari tiga jenjang TK, SD, dan SMP tersebut dibekali materi identifikasi ABK, pembelajaran berdiferensiasi, modifikasi kurikulum, dan penyusunan Rencana Pembelajaran Individual RPI.
Kepala dari masing-masing sekolah menyambut baik program ini. Mereka berkomitmen menindaklanjuti hasil pelatihan agar tidak ada lagi anak yang tertinggal hanya karena perbedaan.
Dengan kolaborasi tiga jenjang pendidikan, Disdikbud Maros menargetkan terbentuknya jejaring sekolah inklusif yang kuat dan berkelanjutan di wilayah Mandai.(Ari)