KABARSULSEL.COM, WAJO - Kondisi Pasar Salojampu di Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, yang sempat viral karena tampak kumuh mendapat perhatian DPRD setempat.
Ketua Komisi II DPRD Wajo, Herman Arif, mengapresiasi langkah cepat Dinas Perindustrian dan Koperasi bersama Dinas Lingkungan Hidup Daerah yang membersihkan tumpukan sampah di area pasar.
“Atas koordinasi yang baik antara Disperindagkop dan DLHD, keluhan masyarakat bisa langsung ditangani,” kata Herman.
Meski demikian, ia menilai penanganan tidak cukup berhenti pada persoalan sampah dan drainase. Pembenahan tata kelola pasar secara menyeluruh dinilai perlu dilakukan.
Menurut dia, penataan lapak pedagang menjadi salah satu aspek yang harus segera diperbaiki agar kondisi pasar tidak lagi terlihat semrawut.
“Kami juga meminta agar penataan lapak pedagang dibenahi sehingga tidak terlihat kumuh,” ujarnya.
Herman juga mengapresiasi peran masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat yang menyampaikan kritik terhadap kondisi pasar.
“Saran dan kritik seperti ini sangat dibutuhkan demi kebaikan bersama,” kata dia.
Sebelumnya, kondisi Pasar Salojampu menjadi sorotan setelah video yang beredar di media sosial memperlihatkan tumpukan sampah, saluran drainase tersumbat, serta genangan air limbah di sejumlah titik.
Dalam rekaman tersebut, terlihat sampah sisa ikan, sayuran, dan plastik berserakan. Kondisi itu juga memicu munculnya lalat yang mengganggu aktivitas pedagang dan pembeli.
Selain itu, penataan lapak yang meluber hingga ke badan jalan membuat area pasar menjadi sempit.
DPRD Wajo berharap kondisi ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan menyeluruh, sehingga Pasar Salojampu dapat kembali berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi yang bersih dan tertib. (*)
