Iklan

Kamis, 03 Juni 2021, 16:53 WIB

Tim CDC dan Eijkman Kagum dengan Penanganan Covid di Soppeng


KABARSULSEL.COM, SOPPENG
— Tim Central of Disease Control (CDC) bersama Lembaga Biomolekuler Eijkman Jakarta dan Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan kunjungan ke Kabupaten Soppeng, Kamis (3/6/2021).


Kunjungan rombongan Tim CDC yang dipimpin oleh Lembaga Eijkman, Prof Din Syafruddin ini untuk melihat beberapa fasilitas yang ada di Labkesda dan juga Rumah Sakit Latemmamala.


Kedatangan Tim CDC pun disambut baik oleh Bupati Soppeng, Kaswadi Razak di Labkesda Soppeng.


Prof Din Syafruddin menjelaskan bahwa tujuan dari kunjungannya untuk melihat aktivitas penanganan Covid-19 di Kabupaten Soppeng.


Selain itu, pihaknya juga ingin melihat bagaimana prosedur penanganan Covid yang diselenggarakan di Kabupaten Soppeng.


“Fasilitas kelas 1 untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Soppeng ini membuat kami terkesan. Karena hal ini sangat jarang di Indonesia, apalagi saat ini tingkat Kabupaten yang mempunyai penanganan Covid-19 yang terbagus hanya ada di Kabupaten Soppeng,” ucap Prof Din Syafruddin.


Namun yang membuat Prof Din Syafruddin lebih terkesan lagi, Bupati Soppeng aktif dan berperan secara langsung menangani kasus Covid-19 dan membina staf serta menyediakan fasilitas laboratorium tersebut.


“Kita ketahui bersama bahwa awal adanya pandemi, Kabupaten Soppeng termasuk salah satu Kabupaten yang dari awal siap menangani kasus ini,” ujarnya.


Buktinya kata dia, Kabupaten Soppeng menyediakan laboratorium untuk penanganan Covid-19.


“Sekarang sudah lebih 700 laboratorium di seluruh Indonesia dengan kemampuan yang berbeda-beda tapi Kabupaten Soppeng merupakan Kabupaten yang pertama dapat melakukan PCR untuk diagnosis Covid-19,” tambahnya.


Kendati demikian, Prof Din Syafruddin berharap kemampuan ini dapat di jaga dan dikembangkan.


“Kami bersedia membantu agar laboratorium Soppeng lebih luas pengetahuannya sehingga penanganan-penanganan kasus medis baik yang sifatnya personal maupun yang bersifat publik secara umum bisa dihindari dengan berbasis laboratorium,” ungkapnya.