Iklan

Iklan

Ribuan Hewan Kurban Diperiksa di Maros, BBV Waspadai PMK Kembali Mengintai

29 April 2026, Rabu, April 29, 2026 WIB Last Updated 2026-04-29T06:08:12Z
KABARSULSEL.COM, MAROS - Balai Besar Veteriner (BBV)Maros memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan hewan ternak yang diperdagangkan maupun dilalulintaskan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular.

Kepala BBV Maros, Agustia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan personel hingga peralatan laboratorium guna mengantisipasi lonjakan permintaan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.

“Balai Besar Veteriner Maros seperti tahun-tahun sebelumnya mengambil porsi di dalam mengamankan penyakit-penyakit hewan ternak kurban yang akan diperdagangkan atau dilalulintaskan,” katanya saat ditemui di kantornya, Selasa, 28 April 2026.

Ia mengatakan permintaan pengujian kesehatan hewan kurban mulai meningkat dan diperkirakan terus memuncak mendekati hari H Iduladha.

Hingga saat ini, BBV Maros telah melakukan pengujian lalu lintas ternak sebanyak 18.481 sampel menjelang Iduladha.

“Pengajuan sudah ribuan dan ini akan semakin memuncak mendekati hari H,” ujarnya.

Agustia menuturkan kondisi penyakit hewan ternak di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya saat ini masih terkendali.

Penyakit pada sapi, kerbau maupun kambing disebut jauh menurun dibandingkan jumlah populasi ternak yang ada.

“Laporan yang masuk ke dinas maupun ke BBVet Maros jauh berkurang. Bukan tidak ada, tapi dibandingkan dengan populasi yang sekian ratus ribu ekor, laporan itu jauh tidak berimbang sehingga kami mengatakan penyakit hewan ternak kurban saat ini terkendali,” jelasnya.

Dalam pengawasan lalu lintas ternak antar daerah, BBV Maros mengambil peran untuk memastikan kesehatan hewan melalui pengujian penyakit ternak sebagai salah satu syarat penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Dari hasil pengujian tersebut, BBV Maros menerbitkan laporan hasil uji.

Hasil uji itu selanjutnya diserahkan pedagang kepada dinas terkait untuk proses penerbitan SKKH.

Agustia mengatakan pemeriksaan dilakukan baik secara fisik maupun laboratorium guna memastikan ternak yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat.

“Nah, inilah salah satu prosedur yang kami lakukan untuk membatasi dan menjaga lalu lintas tersebut dilalui oleh ternak yang sehat, bukan ternak yang sakit,” katanya.

Ia mengakui pihaknya masih menemukan ternak yang terindikasi penyakit saat akan dilalulintaskan.

Namun jumlah temuannya disebut sangat kecil, bahkan tidak sampai satu persen dari total pemeriksaan yang dilakukan.

“Temuannya ada, dan kami beri rekomendasi itu tidak boleh dilalulintaskan. Kalau juga mereka tetap akan melalulintaskan tentu akan tertahan di karantina,” ujarnya.

Ia pun juga mengimbau masyarakat lebih teliti saat membeli hewan kurban.

Masyarakat diminta memperhatikan kondisi fisik hewan sebelum membeli.

Agustia mengatakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Salah satu ciri hewan yang terindikasi PMK dapat dikenali dari air liur berlebihan dan mulut berbusa.

“Kalau itu sudah seperti itu ya sudah kita katakan itu ternak yang sakit, jangan dipilih untuk diperdagangkan atau dikurbankan,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan hewan tidak dalam kondisi demam.

“Kalau boleh disentuh ternak tersebut. Akan ketahuan dia demam atau tidak. Kalau panas berarti demam, pasti dia sakit,” katanya.

Ia menambahkan vaksinasi terhadap hewan ternak juga terus dilakukan oleh dinas terkait.

Menurutnya masyarakat kini mulai memahami penanganan penyakit ternak berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya.

Terkait proses pengujian laboratorium, BBV Maros memiliki standar waktu pelayanan.

Untuk pengujian PMK menggunakan metode PCR, hasil pemeriksaan dapat keluar dalam waktu dua hingga tiga hari.

“Kalau lebih empat hari kami salah,” ujarnya.

Salah satu peternak, Haji Pacong mengatakan telah menjamin kesehatan hewan ternaknya, sebab seluruh sapi telah melalui pemeriksaan petugas kesehatan hewan.

Sebagian besar sapi juga telah divaksin.

“Sertifikat kesehatan akan menyusul setelah pemeriksaan selesai,” jelasnya. (Ari)
Komentar

Tampilkan

  • Ribuan Hewan Kurban Diperiksa di Maros, BBV Waspadai PMK Kembali Mengintai
  • 0

Terkini

Topik Populer

Iklan