Iklan

Iklan

Posko Angkutan Lebaran Bandara Sultan Hasanuddin Resmi Dibuka

13 Maret 2026, Jumat, Maret 13, 2026 WIB Last Updated 2026-04-27T12:18:25Z

KABARSULSEL.COM, MAROS - Posko Angkutan Lebaran di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin resmi dibuka untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik Idulfitri 2026.

Posko tersebut akan beroperasi sejak 13 maret hingga 30 Maret 2026.

General Manager Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, mengatakan, pembukaan posko dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional penerbangan serta pelayanan kepada penumpang selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

Menurut Minggus, berdasarkan prediksi pihak bandara, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 28 Maret 2026.

"Selama periode posko ini kami memprediksi jumlah penumpang cukup tinggi. Untuk arus mudik rata-rata penumpang diperkirakan mencapai lebih dari 30 ribu orang per hari, sementara saat arus balik bisa mencapai sekitar 37 ribu penumpang per hari," ujarnya usai gelar pasukan posko arus mudik Bandara, Jumat (13/3/2026).

Dia menjelaskan, pada hari pertama pembukaan posko jumlah penumpang tercatat sekitar 27 ribu orang. 

Adapun rute penerbangan yang paling diminati penumpang adalah Jakarta, Surabaya, dan Kendari.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sejumlah maskapai juga menambah frekuensi penerbangan selama periode Lebaran. 

"Di antaranya penambahan dua penerbangan rute Makassar–Surabaya oleh AirAsia, serta tambahan frekuensi penerbangan Sriwijaya Air ke sejumlah kota seperti Ternate, Yogyakarta, dan Jakarta," bebernya.

Selain itu, pihak bandara juga menyiagakan sekitar 1.300 personel gabungan yang terdiri dari unsur internal bandara maupun stakeholder eksternal guna memastikan operasional penerbangan berjalan aman dan lancar.

"Total personel yang disiagakan selama periode angkutan Lebaran ini sekitar 1.300 orang, baik dari internal maupun eksternal," jelasnya.

Terkait potensi cuaca ekstrem, Minggus mengatakan, setiap maskapai telah menyiapkan bandara alternatif dalam perencanaan penerbangan.

Hal tersebut merupakan prosedur standar keselamatan penerbangan apabila terjadi kondisi cuaca yang tidak memungkinkan pesawat mendarat di bandara tujuan. 

Salah seorang penumpang pesawat tujuan Jogjakarta, Vika mengatakan, dirinya memilih memanfaatkan waktu WFA untuk mudik lebih awal ke daerah asalnya. 

Hal itu dkarenakan dia mencegah kepadatan bandara saat arus mudik.

Dia menambahkan, untuk mencegah harga tiket pesawat yang mahal, dia sengaja membeli tiket jauh-jauh hari.

"Saya belu tiketnya itu sekitar dua pekan lalu. Dengan harga yang sedikit lebih murah dari hari biasa. Kalau hari biasa itu harganya Rp3,7 juta. Tiket ini saya beli seharga Rp3,5 juta, dengan rute dari Manokoari ke Jogja tapi transit di Makassar," tutupnya. (Ari)
Komentar

Tampilkan

  • Posko Angkutan Lebaran Bandara Sultan Hasanuddin Resmi Dibuka
  • 0

Terkini

Topik Populer

Iklan