Iklan

Selasa, 22 Oktober 2019, 10:56 WIB
Soppeng

Ribuan Santri Ikuti Upacara HSN di Soppeng




KABARSULSEL.COM,SOPPENG. Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren dan madrasah yang ada di Kabupaten Soppeng mengikuti upacara Hari Santri Nasional (HSN) di Lapangan Upacara Kantor Bupati Soppeng, Jalam Salotungo Kecamatan Lalabata, Selasa 22 Oktober 2019.

Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng A Tenri Sessu, selaku Inspektur upacara saat membacakan pidato seragam Menteri Agama RI menyebutkan pesantren merupakan laboratorium perdamaian.

" Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam Rahmatanlil'alamin, islam ramah dan moderat dalam beragama" ungkapnya.

Setidaknya ada sembilan alasan mengapa pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian. Pertama, Kesadaran harmoni beragama dan berbangsa. Perlawanan kultural di masa penjajahan, perebutan kemerdekaan, pembentukan dasar negara, tercetusnya Resolusi Jihad 1945, hingga melawan pemberontakan PKI misalnya, tidak lepas dari peran kalangan pesantren.

" Sampai hari ini pun komitmen santrisebagai generasi pecinta tanah air tidak kunjung pudar. Sebab, mereka masih berpegang teguh pada kaidah hubbul wathan minal iman (cinta tanah airsebagian dari iman)" tambahnya.

Kedua; Metode mengaji dan mengkaji. Selain mendapatkan bimbingan, teladan dan transfer ilmu langsung dari kiai, di pesantren diterapkan juga keterbukaan kajian yang bersumber dari berbagai kitab, bahkan sampai kajian lintas mazhab. 

"Tatkala muncul masalah hukum, para santri menggunakanmetode bahsulmasail untukmencari kekuatan hukum dengan cara meneliti dan mendiskusikan secara ilmiah sebelum menjadi keputusan hukum. Melalui ini para santri dididik untuk belajar menerima perbedaan, namun tetap bersandar pada sumber hukumyang otentik" jelasnya.

Penulis : Ami
Editor: Herman