SPACE IKLAN

SPACE IKLAN

LPP Tipikor Minta Proyek Irigasi Tana Poloe Di Selidiki

02 Februari 2019 | Februari 02, 2019 WIB Last Updated 2019-04-12T15:34:05Z
Jaringan irigasi Tana Poloe, Desa Sering, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng

KABARSULSEL.COM,SOPPENG - Proyek rehabilitasi jaringan irigasi Tana Poloe diduga tidak menggunakan turap konstruksi (pancang_red), sehingga dinilai tidak sesuai dengan perencanaan.

Kondisi tersebut berakibat fatal, jaringan irigasi yang berada di Desa Sering Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, tersebut ambruk.

"Akibat minimnya sarana turap dalam siring tersebut menyebabkan sebagaian galian tidak sampai ke tanah dasar sehingga ambruk," ungkap koordinator wilayah Sulsel LPP Tipikor, Arifin kepada KABARSULSEL.COM.

Lebih jauh Arifin, mengatakan material batu yang digunakan diambil dari batu sungai di sekitar lokasi proyek, sedangkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) disebutkan akan menggunakan material batu gunung/batu kali.

"Saya berharap kepada penegak hukum yang ada di Kabupaten Soppeng segera mengecek langsung ke lapangan terkait temuanya tersebut," kata Arifin.

Sekadar di ketahui Proyek rehalibitasi irigasi Tana Poloe yang dikerjakan oleh CV.GRAHA JAYA PRATAMA, Nilai kontrak Rp 1,4 Milliar dengan sumber dana Alokasi khusus (DAK) tahun 2018.

Laporan: Syahrul
Editor: Risal

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • LPP Tipikor Minta Proyek Irigasi Tana Poloe Di Selidiki

Trending Now