Iklan

Selasa, 01 Januari 2019, Januari 01, 2019 WIB
Last Updated 2019-04-12T15:34:11Z
AgamaDprdDzikirWajo

Ketua DPRD Wajo Dzikir dan Doa Korban Bencana Tsunami Sunda dan Lampung

Imam Besar Masjid Ummul Qur`a Sengkang KM H Abd Waris Ahmad pada kegiatan Dzikir dan doa bersama mengisi kegiatan menyambut Tahun Baru 2019 dan juga memdoakan korban bencana Tsunami di Sunda dan Lampung
KABARSULSEL.COM,WAJO - Menyambut momentum pergantian tahun Ketua DPRD Kabupaten Wajo HM Yunus Panaungi SH menggelar Dzikir dan doa bersama di kediaman keluarga besar H Andi Panaungi di Perumahan Bukit HPT (Belakang Pondok Pesantren As`adiyah Sengkang) Jl Jabalrahma Sengkang, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo HM Yunus Pananungi SH mengatakan, kegiatan Dzikir dan doa bersama mengisi kegiatan menyambut Tahun Baru 2019 dan juga memdoakan korban bencana Tsunami di Sunda dan Lampung.

"Dzikir dan doa bersama ini bertujuan untuk mengisi kegiatan menyambut Tahun Baru 2019 dan juga memdoakan sodara kita yang tertimpa musibah bencana tsunami di Sunda dan Lampung," kata Politisi Partai Golkar itu.

Menurut HM Yunus Pananungi SH, Dzikir dan doa bersama yang menghadirkan Tokoh masyarakat, komunitas Wajo Max Owner dan komunitas SCC Wajo dan menghadirkan Imam Besar Masjid Ummul Qur`a Sengkang KM H Abd Waris Ahmad, itu merupakan sarana strategis untuk mengharap rahmat dan ridho Allah SWT.

"Ini merupakan sarana strategis untuk mengharap rahmat dan ridho Allah SWT. Sudah sepatutnya kita senantiasa berharap pertolongan dan perlindungan Allah SWT, sehingga kegiatan ini terlaksana dengan menghadirkan al mukarramah KM H Abd Waris Ahmad untuk memberikan tausiahnya," katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Wajo gelar Dzikir dan doa bersama mengisi kegiatan menyambut Tahun Baru 2019 dan juga memdoakan korban bencana Tsunami di Sunda dan Lampung, Senin 31/12/2018
Sebelumnya, pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Wajo mengeluarkan surat edaran agar masyarakat Kabupaten Wajo tidak merayakan malam tahun secara berlebihan, dan tidak menyalakan petasan dan kembang api yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat umum.

"Pemerintah berharap masjid-masjid dapat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan keagamaan di malam pergantian tahun baru dan penggunaan trompet sedapat mungkin diminimialkan demi menjaga kesehatan atau higienitas," kata Kasubah Humas DPRD Kabupaten Wajo, Andi Gusti Sam.

(Advetorial:Humas Dan Protokoler Sekretariat DPRD Kabupaten Wajo)