Iklan

Jumat, 19 Oktober 2018, 02:00 WIB
GempaLikuifaksiPasha UnguPemerintahSultengTsunami

Pasha Menangis, Diberhentikan Atau Mundur Tidak Penting.!


KABARSULSEL.COM,PALU - Secara tegas Sigit Purnomo Said (Pasha) siap diberhentikan dari jabatannya sebagai Wakil Walikota Palu jika dianggap tidak maksimal dalam memberikan pelayanan pascabencana, Kamis (18/10/2018) kemarin.


"Saya tidak masalah, setelah ini sebagai Wakil Walikota jika dianggap tidak maksimal dalam memberikan pelayanan pascabencana saya siap diturunkan atau mengundurkan diri nantinya," kata Pasha dengan derai air mata.

Dengan derai air mata, Sigit Purnomo Said mengakui hari Pertama hingga hari Keempat pascabencana Gempa, Tsunami dan Likuifaksi, yang menerjang Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam kondisi lumpuh total.

"Praktis kami 4 hari Kota Palu lumpuh, kamipun hanya menunggu sekiranya ada saudara-saudara kami yang mengantarkan bantuan," terangnya.

Pasha menerima jika dirinya dianggap paling bertanggungjawab dan bersalah atas peristiwa bencana dan penangan yang tidak maksimal pascabencana yang menewaskan ribuan orang tersebut, bahkan dirinya siap dihujat dan dimaki.


"Karena memang tanggungjawab kami melekat sebagai pelayan masyarakat, tapi apalah daya kami juga punya keterbatasan, punya kelemahan dalam melayani seluruh masyarakat Kota Palu," katanya.

Pasha menambahkan, saat ini diturunkan atau mengundurkan diri tidak penting untuk dibahas, tapi bagaimana hari ini Pemerintah Kota Palu (Hidayat-Pasha) bisa memberikan pemenuhan jaminan hidup kepada seluruh masyarakat Kota Palu, terutama kebutuhan makanan..

Penulis: Rdan
Editor: Abhy