Menambah Kuantitas Kader,GP Ansor dan Banser Gelar DTD Angkatan II

Menambah Kuantitas Kader,GP Ansor dan Banser Gelar DTD Angkatan II

MAROS - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Maros menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan Ke-II, di Pondok Pesantren Raudhaturrasyidin DDI Cambalagi, Kamis sampai Minggu, 15-18 Februari 2018.

"Rekruitmen Angggota Baru melalui Dilkat Terpadu Dasar (DTD) Ansor/Banser Maros Angkatan Ke- II ini diikuti sekitar 100 peserta, pembukaan kegiatan dibuka Kamis sampai Minggu, 15-18 Februari 2018," kata Ketua Panitia Ibrahim.

Ketua Cabang GP Ansor Kabupaten Maros, Abrar Rahman mengatakan, Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan Ke-II ini bertujuan menambah kuantitas kader Ansor dan Banser Kabupaten Maros karena yang nantinya kalian ini akan mengisi kepengurusan Ansor ditingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) atau kecamatan se-Kabupaten Maros.

DTD adalah pengkaderan dasar di Ansor/Banser, karena Ansor adalah organisasi kader jadi siapapun yang ingin menjadi anggota atau kader Ansor/Banser, jadi kaderisasi ini adalah upaya kita memajukan Ansor, kata Ketua Mabincab PMII Kabupaten Maros ini.

Ansor beserta badan otonom NU lainnya didirikan bertujuan untuk memperjuangkan dan membentengi ajaran Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja), kata Abrar.

Ansor ini beserta bansernya harus menjadi garda terdepan untuk mempertahankan dan mengembangkan ajaran Aswaja ini, tugas Ansor dan Banser adalah mempertahankan dan mengembangkan ajaran ini, tandasnya.

Menurutnya Aswaja adalah faham yang berpegang teguh kepada Al-Qur'an, hadits, ijma dan qiyas. Dalam fiqih menganut oada mazhab yang Empat Imam Syafi'i, Hanafi, Maliki dan Hambali. Juga mengikuti Al-Asy'ari dan Al-Maturudi dalam bidang tasawuf, sementara dalam bidang tasawuf mengikuti Junaid Al-Bagdadi dan Imam Al-Gazali.

Ajaran Ahlusunnah wal Jama'ah, lanjutnya sebagai benteng akidah amaliyah warga NU. Tantangan besar yang dihadapi warga NU, yaitu mewaspadai beberapa aliran yang akhir-akhir ini mulai berkembang di Indonesia.



Editor: Rusman